SEDIA BATU PERMATA KALIMANTAN DAN AKSESORIS KHAS MARTAPURA

Produk PKMK FTP-UB, MINUMAN SEGAR MENYEHATKAN ( VERMINTEA )

VERMINTEA

(MINUMAN SEGAR MENYEHATKAN)

Produk PKMK FTP-UB

Suatu kenyataan menunjukkan bahwa diera globalisasi sekarang ini, masyarakat sudah beralih ke produk soft drink. Hal ini dikarenakan masyarakat disibukkan dengan aktivitas yang padat sehingga masyarakat memenuhi kebutuhan pangannnya dengan cara cepat dan instan. Padahal dari hasil penelitian menunjukkan soft drink jika dikomsumsi secara berlebihan dapat memicu pertambahan berat badan dengan cepat, menimbulkan kerusakan gigi, menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral, memperberat suatu penyakit, dan dapat mengarah kepada ketergantungan, karena didalam soft drink mengandung kafein dan zat aditif kimia (Wirakusumah, 1996). Melihat fenomena tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan kita untuk “back to the nature”  dengan menganjurkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan buah-buahan maupun produk olahannya.

Tanaman lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman hias penyemarak taman. Pada saat sekarang ini, tanaman lidah buaya kini semakin populer dikarenakan manfaat yang terkandung didalamnya yaitu bermanfaat bagi kesehatan. Adapun manfaat tanaman lidah buaya diantaranya mengobati sakit kepala/pusing, sembelit, kejang pada anak, kurang gizi, batuk rejan, muntah darah, kencing manis, wasir, peluruh haid dan penyubur rambut.  Selain itu lidah buaya juga bermanfaat sebagai penyembuh luka dan luka bakar serta mengurangi infeksi (Anonymous, 2010).

Tanaman teh juga mempunyai khasiat yang tak kalah hebatnya dengan lidah buaya. Semakin banyak penelitian tentang teh baik teh hitam maupun teh hijau kini teh dapat digali dan diketauhi secara luas tentang manfaat dan khasiat teh. Teh mengandung senyawa katekin, theaflafin serta galatnya mempunyai sifat antimikrobial.  Kedua jenis teh ini menghambat bakteri patogenik dalam spektrum yang luas. Selain itu, katekin teh juga mampu menghambat bakteri-bakteri penyebab kerusakan/ pengeroposan gigi (Anonymousd, 2007). Penelitian di Jepang (Nakayama et al., 1990) juga menemukan bahwa polifenol teh hijau dapat berperan sebagai  antivirus, antikaries, antialergi dan antifungal.

Daun mint merupakan tanaman yang banyak dialam yang belum banyak termanfatkan menjadi sumber daya tersendiri yang sangat potensial untuk dimanfatkan. Selama ini, pemanfaatan daun mint dimanfaatkan sebagai pemberi aroma dan efek segar pada minuman atau makanan. Selain itu kandungan senyawa dalam daun mint memiliki manfaat yang cukup banyak. Senyawa menthol sebagai senyawa utama (2.5 % berat kering) mempunyai sifat-sifat fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan. (Anonymouse, 2007).

Vermintea merupakan minuman kesehatan yang terdiri dari perpaduan lidah buaya (Aloe vera), mint dan tea yang merupakan produk minuman kesehatan dengan citra rasa tinggi dan dapat memenuhi dan menjawab tuntutan konsumen. Minuman ini, merupakan inovasi produk  yang terlebih dahulu dilakukan uji formulasi antara daun teh, mint dan lidah buaya sehingga didapatkan suatu produk dengan sifat dan uji organoleptik yang optimal. Selain itu, Vermintea juga mempertimbangkan kemudahan dalam komsumsi dengan suatu inovasi kemasan yang praktis, sehingga dapat memenuhi tuntutan konsumen dengan aktivitas padat yang menuntut kemudahan dalam komsumsi.

Dari gambaran diatas, terdapat suatu peluang usaha dengan dikembangkan produk minuman  yang berbahanbakudari lidah buaya, daun teh dan mint yang mempunyai efek menguntungkan bagi kesehatan dalam bentuk minuman fungsional. Selain itu, dengan citarasa yang unik dan aroma yang khas, serta kepraktisan dalam komsumsi minuman kesehatan vermintea memiliki prospek pasar yang cukup bagus dan berpotensi untuk ikut berperan dalam pangsa pasar minuman ringan. Kemudahan dalam mendapatkan bahanbakuserta harga yang terjangkau diharapkan minuman vermintea dapat bersaing di kancah pasar minuman ringan serta menjaadi pilihan dan kebutuhan bagi masyarakat yang ingin menikmati keunikan citra rasa, praktis, ekonomis dan menghargai kesehatan tubuh.

  • Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan tanaman sukulen tahunan.  Daun berdaging tebal dan banyak mengandung lendir atau gel.  Lidah buaya dapat digunakan sebagai tanaman hias, tanaman obat, maupun minuman. Dari lebih 300 jenis Aloe, hanya tiga jenis yang diusahakan secara komersial, yaitu Aloe vera (Aloe barbadensis Miller), Aloe perryi dan Aloe ferox.  Di antara ketiga jenis Aloe tersebut, hanya jenis Aloe vera yang paling berpotensi untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan industri farmasi, pangan dan kosmetika.

Cairan lidah buaya mengandung unsur utama, yaitu  aloin, emodin, gum dan unsur lain seperti minyak atsiri.  Senyawa-senyawa gula juga terdapat pada lidah buaya dalam bentuk mannosa, glukosa, serta sejumlah kecil silosa, arabinosa, galaktosa, ramnosa  serta enzim-enzim oksidase.

Manfaat produk yang dihasilkan dari lidah buaya dapat berupa shampo, pasta gigi, dan aneka macam kosmetik lainnya malahan sekarang telah dijual dalam bentuk minuman koktail.  Kegunaannya bagi kesehatan manusia antara lain untuk mengobati sakit kepala/pusing, sembelit, kejang pada anak, kurang gizi, batuk rejan, muntah darah, kencin manis, wasir, peluruh haid dan penyubur rambut.  Selain itu lidah buaya juga bermanfaat sebagai penyembuh luka dan luka bakar serta mengurangi infeksi.

  • Mint

Tanaman ini ditanam dan hidup liar di Indiadan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Sedangkan jenis hibrida diimpor dari Eropa. Di Indonesia tanaman ini tumbuh liar dan berada di tempat lembab, ditemukan pada ketinggian 150 -1200 m di atas permukaan laut. Mint kaya dengan minyak volatil dengan komposisi yang berbeda-beda (Anonymousc, 2005). Senyawa menthol adalah senyawa khas pada tanaman mint yang memberikan bau dan rasa yang khas pada mint.

Karakteristik sensoris tanaman mint, memiliki bau yang murni dan segar, agak pedas dan terasa membakar. Komposisi utama minyak essensial dalam daun mint adalah minyak peppermint (2.5% dalam daun kering) di mana 50%-nya tersusun atas menthol, 10-30% menthon, 10% methyl ester, dan turunan monoterpena (pulegone, piperiton, menthofuran). Menthol dan menthyl asetat yang berperan membentuk rasa pedas dan bau yang segar, yang banyak ditemukan pada daun yang lebih tua (Gilbert, 2005).

Tanaman mint merupakan salah satu tanaman penghasil minyak essensial yaitu senyawa mint (menthol). Minyak essensial adalah produk tanaman alami yang terakumulasi dalam struktur tanaman seperti sel, trikoma atau bagian-bagian yang lain. Secara kimia minyak essensial tersusun atas senyawa terpena, mono terpena dan sesquiterpena dan plipropanoid aromatik yang disintesa melalui jalur asam mevalonic untuk terpena dan jalur asam shikimic untuk polipropanoid aromatic. Minyak essensial sebagian besar tersusun atas senyawa volatil yang sangat mudah menguap (Gilbert, 2005).

Tanaman mint banyak dipilih untuk tujuan pengobatan. Baru-baru ini para profesional bidang perawatan kesehatan menyatakan keuntungan penggunaan tanaman herbal dan minyak-minyak essensial. Dari penelitian yang banyak dipublikasikan menunjukkan bahwa penggunaan tanaman untuk obat-obatan telah dilakukan sejak jaman nenek moyang. Dan diketahui bahwa seperempat obat yang ada di dunia mengandung bahan tanaman alami (Gilbert, 2005).

Secara tradisional, minyak mint telah digunakan untuk mengobati salah cerana, sakit kepala, perut mulas, radang gusi, kejang otot dan rematik. Minyak volatil manjur untuk mengobati beberapa mcam penyakit karena sifat-sifatnya. Mint mempunyai kemampuan sebagai anti virus, bakterisidal, meningkatkan keasaman lambung (membantu pencernaan), penekan rasa sakit dan anti iritasi (Gilbert, 2005).

  • Teh

Tanaman teh dengan nama latin Camelia Sinensis, yang masih termasuk keluarga Camelia, pada umumnya tumbuh di daerah yang beriklim tropis dengan ketinggian antara 200 s/d 2.000 meter diatas permukaan laut dengan suhu cuaca antara 14 s/d 25 derajat celsius. Ketinggian tanaman dapat mencapai 9 meter untuk teh Cina dan teh Jawa, sedangkan untuk teh jenis Assamica dapat mencapai 12 s/d 20 meter. Namun untuk mempermudah pemetikan daun-daun teh sehingga mendapatkan pucuk daun muda yang baik, maka pohon teh selalu dijaga pertumbuhannya (dipotong) sampai 1 meter.. Karena tanaman teh semakin berkembang menjadi tanaman perdagangan, maka jenis tanaman teh juga berkembang menjadi beraneka ragam. Keragaman ini adalah hasil dari penyilangan berbagai jenis tanaman teh serta pengaruh tanah dan iklim yang menghasilkan hasil panen yang berbeda. Hingga saat ini, seluruh dunia kurang lebih terdapat 1.500 jenis teh yang berasal dari 25 negara yang berbeda (Anonymousb, 2005)

Selain dapat memberikan kesegaran pada tubuh, teh ternyata mempunyai banyak manfaat lain untuk tubuh manusia. Menurut hasil penelitian yangh telah dilakukan di Jepang dan Rusia (Anonymousa, 2004), ada beberapa nilai nutrisi dan manfaat yang dapat diperoleh dari teh, yaitu sebagai berikut :

  1. Kaya akan vitamin C dan vitamin B terutama thiamin dan riboflavin yang dibutuhkan oleh tubuh.
  2. Bahan polifenol mempunyai vitamin P aktif yang dapat membantu mengurangi kerapuhan dinding kapiler dari aliran darah, sebab vitamin P mampu menstabilkan vitamin C yang ada dalam tubuh, juga menormalkan “Hyperfunction” dan kelenjar gondok.
  3. Teh memiliki kemampuan mengantisipasi pengaruh yang merugikan karena aktivitas bekteri maupun basil disentri.

Teh juga dapat mengurangi gangguan kekejangan yang sering terjadi pada anak-anak epilepsi. Menurut hasil penelitian, adanya gangguan kekejangan dan epilepsi karena rendahnya kandungan dalam darah. Ternyata kandungan mangan dalam teh dapat membantu mengatasinya. Caranya, meminum teh kental di mana teh terasa agak pahit sampai pahit. Kadar mangan dalam teh kental diharapkan sudah cukup optimal untuk menormalisasi kadar mangan dalam darah. Teh juga berpengaruh pada pertumbuhan gigi. Kandungan flour dalam teh bisa membantu pertumbuhan gigi pada anak-anak. Selain itu unsur flour memiliki fungsi meningkatkan daya tahan gigi terhadap asam karena flourida dapat mengurangi difusi asam pada email gigi (Nazzarudin dan Paimin, 1993).

http://lordbroken.wordpress.com/2011/05/15/presented-vermentea/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s