SEDIA BATU PERMATA KALIMANTAN DAN AKSESORIS KHAS MARTAPURA

KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN

Standar dan referensi


Standar dan referensi harus di jaga nilai dan akurasinya. Alat ukur standar wajib di kalibrasi dengan membandingkan terhadap standar lain yang memiliki level lebih tinggi sehingga nilai ketidakpastiannya tertelusur pada struktur kalibrasi yang lebih tinggi.

Standar yang di pergunakan dalam proses pengkuran di cantumkan pada sertifikat/ laporan kalibrasi/ hasil ukur  yang meliputi nilai dan ketidakpastiannya.

Alat Ukur


Riwayat alat ukur yang di pergunakan alangkah baiknya selalu di catat :

  • Tanggal pembelian
  • Kalibrasi
  • Pemeliharaan
  • Adjustment
  • Perbaikan
  • Dll

Akurasi pada alat ukur setiap tahunnya pasti akan mengalami penurunan akurasi/ kualitas di sebut drift of equipment. Drift ini selalu di cantumkan dalam proses perhitungan ketidakpastian ( uncertainty budget ).

Metode Pengukuran

Metode pengukuran yang baik dan benar akan sangat membantu dalam mengurangi kesalahan dalam proses pengukuran untuk mendapatkan nilai sebenarnya. Dalam penggunaan metode yang berbeda akan menghasilkan nilai yang berbeda meskipun kecil.

Klasifikasi Komponen Ketidakpastian

“ Pengukuran “ adalah serangkaian operasi  yang bertujuan untuk menetapkan nilai besaran ukur ( Vocabulary of Basic and General Terms in Metrology – VIM 1993: 2.1 ).

            “ Besaran Ukur “/ measurand  adalah  besaran tertentu yang nilainya di ukur ( VIM 1993:2.6 ) .

            “ Hasil pengukuran “ /  result of measurement  adalah nilai yang di berikan pada besaran ukur, yang di peroleh melalui proses pengukuran ( VIM 1993:3.1 ).

            “ Suatu proses pengukuran tidak tepat bila tanpa di sertai oleh informasi tentang ketidakpastian dan tingkat kepercayaan “.

            “ Karena hasil pengukuran merupakan taksiran dari nilai besaran ukur maka setiap hasil pengukuran selalu mengandung kesalahan “

Kesalahan dalam pengukuran terbagi dua :

  1. Kesalahan acak

Pengertian :

  1. Di tinjau dari keterdugaannya adalah Kesalahan yang di timbulkan dari hal – hal yang tidak terduga
  2. Di tinjau dari desimisi sesuai ISO adalah suatu hasil pengukuran di kurangi nilai rata – rata dari sejumlah besar hasil pengukuran berulang  suatu besaran ukur.

2. Kesalahan sistematik

Pengertian :

  1. Di tinjau dari keterdugaannya adalah kesalahan yang timbul karena sesuatu hal yang di yakini akan dapat mempengaruhi hasil ukur atau dapat terduga.
  2.  Di tinjau dari desimisi sesuai ISO adalah nilai rata – rata  dari sejumlah besar hasil pengukuran berulang suatu besaran ukur di kurangi nilai sebenarnya.

Analisa kesalahan ( ISO ) di dasarkan pada metode penentuan sebaran kesalahan itu.

“ Jika sebaran suatu kesalahan TELAH DI IDENTIFIKASI melalui nilai rata – rata dan simpangan bakunya, maka koreksi dan ketidakpastian mudah di tentukan “.

Bila nilai koreksi di tambahkan pada hasil pengukuran akan menghilangkan kesalahan sistematik.

Ketidakpastian pengukuran terdiri dari :

        1.  Ketidakpastian tipe A 

Evaluasi menggunakan metode statistik

        2.  Ketidakpastian tipe B

Evaluasi menggunakan metode selain metode statistik

Pada prinsipnya komponen ketidakpastian timbul dari :

  1. Systematic effect pada Ketidakpastian tipe B
  2. Random effect pada Ketidakpastian tipe A
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.